Jepara, suaragardanasional.com | Bupati Jepara secara resmi meluncurkan buku berjudul Tjitrosumo dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara. Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi momen penting dalam pelestarian budaya, tetapi juga menandai komitmen pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali warisan sejarah dan kearifan lokal. Buku Tjitrosumo, yang mengisahkan perjalanan hidup dan pemikiran tokoh legendaris Jepara, menjadi sorotan utama dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, dan akademisi.(3/2/25).
Tjitrosumo: Figur yang Menginspirasi:
Tjitrosumo adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Jepara yang dikenal sebagai pelopor pembangunan dan pemikiran progresif pada masanya. Ia tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang visioner, tetapi juga sebagai sosok yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan pelestarian budaya lokal. Buku ini, yang ditulis berdasarkan penelitian mendalam dan wawancara dengan sejumlah ahli sejarah, mengungkap sisi humanis dan strategis dari Tjitrosumo, serta relevansi pemikirannya dalam konteks kekinian.
Bupati Jepara dalam sambutannya menyatakan, "Tjitrosumo adalah simbol keteladanan dan semangat pembangunan yang patut kita tiru. Melalui buku ini, kami ingin menginspirasi generasi muda untuk mengenal dan melanjutkan perjuangan beliau dalam membangun Jepara yang lebih maju dan berbudaya."
Peluncuran Buku sebagai Upaya Pelestarian Budaya
Peluncuran buku Tjitrosumo tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Jepara. Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Jepara telah gencar mengangkat kembali tokoh-tokoh sejarah dan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat, akademisi, dan pelaku budaya dalam memahami akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang dimiliki Jepara.
salah satu narasumber dalam acara peluncuran, menyatakan,"Tjitrosumo adalah sosok yang melampaui zamannya. Pemikiran dan kebijakannya tentang pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial masih sangat relevan hingga saat ini. Buku ini adalah upaya untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya mempelajari sejarah sebagai panduan untuk masa depan."
Relevansi dalam Konteks Kekinian:
Dalam perspektif jurnalistik, peluncuran buku *Tjitrosumo* memiliki relevansi yang kuat dengan isu-isu aktual yang dihadapi Jepara saat ini. Sebagai kabupaten yang dikenal dengan industri mebel dan kerajinan kayunya, Jepara sedang berusaha untuk mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan global. Nilai-nilai yang diusung oleh Tjitrosumo, seperti kerja keras, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan, dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan ekologis.
Selain itu, buku ini juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian budaya dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Dalam era digital yang serba cepat, nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh tokoh seperti Tjitrosumo dapat menjadi penyeimbang dan panduan moral bagi masyarakat.
Respons Masyarakat dan Harapan ke Depan:
Peluncuran buku Tjitrosumo mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak peserta acara yang menyatakan apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali tokoh-tokoh sejarah yang selama ini kurang dikenal. "Ini adalah langkah yang sangat tepat. Kita perlu lebih banyak lagi buku seperti ini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri," ujar salah satu peserta acara.
Ke depan, diharapkan akan ada lebih banyak lagi inisiatif serupa yang menggali dan mempromosikan kekayaan budaya dan sejarah Jepara. Bupati Jepara dalam penutup sambutannya menegaskan, "Ini adalah awal dari upaya besar kami untuk menjadikan Jepara sebagai pusat budaya dan pendidikan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penerbitan buku-buku serupa dan program-program pelestarian budaya lainnya."
Kesimpulan:
Peluncuran buku Tjitrosumo oleh Bupati Jepara adalah langkah strategis dalam upaya melestarikan warisan budaya dan sejarah daerah. Buku ini tidak hanya menjadi penghormatan terhadap tokoh legendaris, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan Jepara yang berkelanjutan dan berkeadilan. Dalam perspektif jurnalistik, acara ini menegaskan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Dengan semangat Tjitrosumo yang terus dihidupkan melalui buku ini, Jepara diharapkan dapat terus melangkah maju dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kemajuan daerah.
Mengenal sejarah adalah cara terbaik untuk membangun masa depan,"demikian pesan yang ingin disampaikan melalui peluncuran buku ini.
(Hani K)