Kordes Timses Galau Dana Pemilih Tak Cair

2 minute read

CALON TERKUAT : Heri Ibnu Wibowo adalah calon bupati yang saat ini terkuat dukungannya. Bowo dan dua cabup lain yakni Agus Setiawan dan Al Khadziq akan berperang seru pada Pilbup Temanggung 2024, terutama dalam kemampuan membiayai kebutuhan selama Pilbup berlangsung. Foto : Hery Setyadi



Temanggung, suaragardanasional.com - Puncak Pilbup Temanggung 2024 tinggal menunggu detik demi detik. Pada H-1 pencoblosan, puluhan koordinasi desa dari Tim Sukses cabup cawabup gelisah. Janjinya pada warga desa untuk memberikan "serangan fajar" tak kunjung tiba. Para kordes mengeluh dana untuk meraup suara pemilih tak cair.


"Kami sudah ditagih warga soal dana untuk mencoblos. Data pemilih sudah kami kumpulkan, dari atas sampai jam segini belum dicairkan," tutur AR (45) salah satu Kordes Timses Cabup Cawabup Nomor 03, Selasa (26/11/2024) petang. AR telah menyelesaikan mandat dari atasannya untuk mendata calon pemilih yang terdaftar pada DPT Kabupaten Temanggung. Sejumlah nominal uang sudah terlanjur disampaikan ke para calon pemilih.


Pada Pilbup Temanggung 2024 jumlah DPT mencapai 620 ribu calon pemilih. Menengok pada pelaksanaan Pileg lalu, tingkat partisipasi pemilih mencapai kisaran 80 an persen dari jumlah seluruh DPT. Dengan demikian, untuk Pilbup kali ini, paslon yang ingin memenangkan kontestasi, harus setidaknya meraup jumlah suara 300 ribu lebih. Jika target raihan suara sebesar itu, diperkirakan cabup cawabup harus mempersiapkan puluhan miliar rupiah untuk mendatangkan "hujan uang" di Pilbup.


Macetnya pendanaan yang sedianya untuk "serangan fajar" ini bisa disebabkan pemilik dana ragu-ragu dengan tingkat kemenangan jagonya. Pada kasus paslon nomor 03, pendanaan dibagi antara cabup dan cawabup. Modal pilbup saat ini diestimasi antara Rp 35 M hingga Rp 50 M.


Dana sebesar itu dipersiapkan untuk membayar para saksi, fee untuk kordes dan biaya serangan fajar. Belum lagi saat kampanye, ribuan gambar banner, baliho hingga pernik sticker cabup cawabup dicetak dalam jumlah besar. "Kalkulasi politik dari cabup cawabup bisa meleset, jika pendanaannya masih abu-abu. Masyarakat pemilih ini ya sontoloyo, mereka mengharap setiap hajatan denokrasi harus ada serangan fajar semacam itu. Kalau tidak ada uang, pemilih masa bodoh. Ini kultur demokrasi yang tidak sehat," kata pengamat politik dan sosial, Handarbeni SH MH dimintai pendapatnya.


Pilbup Temanggung 2024 diikuti tiga paslon bupati dan wakil bupati. Nomor urut 01 adalah Agus Setiawan  dan drg Nadia Muna (PDIP, PPP, Hanura, PKS). Agus Muna atau Adadia adalah pendatang baru di Pilbup. Agus adalah mantan kades dan Muna adalah seorang dokter gigi di Kecamatan Parakan.


Nomor urut 2 adalah Heri Ibnu Wibowo dan Fuad Hidayat. Bowo-Fuad moncer namanya, mengingat keduanya memiliki spesifikasi yang mumpuni dengan pengalaman keduanya di eksekutif dan yudikatif. Sedangkan Nomor urut 03 yakni incumbent Al Khadziq alias Hadik yang menggandeng Bimo Alugoro, pria pengusaha BBM yang semula digadang sebagai pemodal bagi paslon 02.


Warga pemilih di Temanggung diharapkan ikut berpartisipasi pada saat hari pencoblosan. Besarnya uang saweran pilkada sering menjadi bahan gunjingan bagi masyarakat. "Berapa nilai seorang pemilih? Seandainya nilai tersebut pada kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu, apakah serendah itu harga diri seorang pemilih kita. Padahal seorang cabup cawabup yang nantinya menang? Mereka dihadapkan pada kondisi rumit saat mengembalikan modal maju Pilgub. (Hery S)

Tags

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top